Untuk awalnya sebaiknya Anda harus mempelajari menu utama yang berada dibagian atas program Photoshop. Sebenarnya hampir sama dengan program-program lain, yang memiliki fitur menu utama, demikian pula Adobe Photoshop. Menu utama Photoshop diantaranya adalah File, Edit, Image, Layer, Select. Filter, View, Window dan Help.
Menu File digunakan untuk langkah-langkah awal dan langkah akhir dalam pengeditan foto, karena disana Anda bisa memiliki membuka lembar kerja baru, mengimpor foto, Browse, Open As, Close, Save, Save As, proses print dan lain-lain. Mungkin menu File Photoshop hampir sama dengan Office Button pada Microsoft Word.
Menu Edit digunakan untuk langkah-langkah pembantu pengeditan, karena disana ada pilihan Cut, Copy, Undo, Stroke, Paste, Free Transform, Fill, Clear dan masih banyak lagi yang lain. Pada menu Edit hampir sama dengan fitur dasar pada aplikasi Paint.
Menu Image, adalah menu yang dapat digunakan untuk mengolah foto sedemikian yang kita inginkan. Opsi yang paling utama pada menu Image adalah Adjustment dimana Anda bisa mengatur tingkat warna, kecerahan, exposure, kontras, maupun mengubah seluruh komposisi warna dengan beberapa opsi seperti Equalize, Posterize dan lain-lain. Selain itu pengaturan rotasi dan ukuran foto juga terdapat pada menu Image, dengan opsi Image Sizes dan Rotate Canvas.
Menu Layer, hampir sama dengan menu Image dimana kita bisa mengolah gambar baik itu dari warna, tingkat kecerahan, exposure, kontras dan lain-lain. Namun pengaturan pada Layer tersebut bukan untuk foto utama melainkan untuk lembar Layer. Pengertian Layer bisa dilihat pada bagian bawah artikel ini.
Menu Select, digunakan untuk pengolahan select (memilih), baik itu dengan opsi Select All, Deselect (membatalkan Select), Reselect, Inverse untuk mengganti bagian yang tidak terselect untuk terselect dengan metode yang hampir sama seperti Invert color, dan lain-lain. Opsi diatas adalah yang paling sering digunakan.
Menu Filter, untuk mengolah foto untuk dirubah komposisi karena terdapat fitur Extract dimana opsi tersebut bisa digunakan untuk memisahkan warna yang berbeda. Selain itu pada menu Filter terdapat opsi untuk memberi efek-efek pada foto lewat Artistic, membuat foto kabur dengan Blur, memper halus foto dengan Noise (Reduce Noise), serta efek-efek lain. Menu Filter juga sering digunakan untuk menaruh plugin yang masih berhubungan dengan efek-efek.
Menu View, digunakan untuk fitur tampilan, dengan yang utama adalah fitur Zoom in, Zoom out, Fit on Screen, mengatur Screen mode, Actual Pixel dan lain-lain. Menu ini jarang dipakai karena opsi tersebut bisa diakses menggunakan tombol shortcut pada keyboard.
Menu Windows, digunakan untuk mengatur apa saja kotak yang akan ditampilkan. Kami merekomendasikan kotak Layer, History dan Tools adalah yang terutama untuk ditampilkan. Atau akan lebih baik jika kotak Action juga ditampilkan apabila memilikinya.
Menu Help, menu yang cukup jarang diakses karena hanya berisi konten informasi tentang Photoshop serta produk baru.
Pelajari Fungsi Layer
Setelah mengetahui Menu utama Photoshop, selanjutnya Anda harus mempelajari Layer. Banyak pemula yang masih bingung akan fungsi dan cara menggunakan Layer. Pengertian Layer adalah sebuah object terpisah dari gambar utama (background) dan Layer-layer tersebut bisa proses tanpa menggangu object background maupun layer yang lainnya.
Sebagai contoh Anda mengolah foto Anda sendiri, dan kemudian ingin menambah tulisan. Anda bisa menambah tulisan melalui Layer, tekan CTRL + J maka akan tersedia Layer tambahan (Layer 1) diatas layer Bakcground (foto utama). Jika Anda hanya sedang mengedit Layer 1, maka Background (foto utama) tidak akan terpengaruh dan sebaliknya. Anda bisa memakai Layer dengan jumlah yang banyak sesuai kebutuhan dan manfaatkan manu Layer seperti yang sudah dijelaskan diatas. Setelah selesai pengeditan, langkah untuk mempersatukan seluruh Layer menjadi satu keutuhan foto, Anda bisa klik menu Layer, dan pilih Flatten Image. Layer-layer akan menghilang, hanya background yang tersisa.
Pelajari History
Saat Anda merubah tingkat kecerahan dengan Brightness, dan Anda melakukan kesalahan karena foto menjadi terlalu over exposure. Tidak usah panik atau close dan mulai dari awal, karena sudah Anda kotak History. Segera klik History sebelum Anda melakukan kesalahan. Ini seperti Anda mencari situs yang sudah diakses melalui History Mozilla Fireforx.
Pelajari Tool
Ada banyak sekali tool Photoshop yang tertera pada toolbox. Mungkin ini adalah yang paling sulit, menghafal logo kecil dengan fungsi yang berbeda-beda. Namun jangan panik karena sebenarnya ada beberapa tool yang memiliki fungsi hampir sama, sebagai contoh untuk fungsi menseleksi yang bisa dilakukan dengan Quick Selection, Magic Wand Tool, Lasso Tool, maupun Pen Tool. Hanya saja metode pengunaannya agak berbeda masing-masing. Plimbi telah menuliskan fungsi dan kegunaan tool-tool dasar Photoshop
Demikian tips cara mempelajari Photoshop dasar:)
Jumat, 23 September 2016
belajar presentasi yang baik dan benar
Setelah sebelumnya saya mengulas cara sederhana untuk Belajar berbicara di depan umum, yang fungsinya adalah untuk memberikan keberanian pada kita untuk tampil di depan. Maka saat ini lebih mendalam lagi tentang cara Belajar Presentasi yang baik dan menarik. Mungkin sudah banyak tips-tips cara presentasi yang bisa dengan mudah kita cari lewat mbah Google, tapi kali ini saya akan ulas dengan bahasa sederhana berdasar pengalaman saya sendiri.
Seperti yang telah saya paparkan bahwasanya berbicara (presentasi) di depan umum bukanlah sebuah bakat, namun sebuah kemampuan bicara yang akan terus berkembang seiring dengan banyaknya latihan dan praktek. Namun apakah orang yang sudah tampil di depan dan banyak melakukan latihan dan praktek berbicara di depan, akan mampu meyuguhkan sebuah presentasi yang baik dan menarik? Jawabannya... belum tentu.
Sebelumnya mohon maaf bila ada yang tersungging... Mungkin pada saat kuliah/sekolah, kita pernah mendengarkan seorang guru atau dosen yang menyampaikan mata pelajaran, justru membuat siswanya mengantuk atau merasa booring. Padahal seorang guru atau dosen, pekerjaan setiap harinya adalah mengajar. Atau kita pernah mengikuti sebuah seminar yang ternyata kita bukannya memperhatikan pembicaranya, tetapi lebih banyak memandang layar karena begitu banyaknya slide yang ditampilkan. Bahkan lebih parah lagi kita tidak memperhatikan pembicara dan slide yang ditampilkan, tapi malah sibuk sms-an atau main handphone dan berharap acara segera berakhir.
Sehingga... setelah kita mulai berani untuk tampil berbicara di depan lebih dari satu orang dengan banyak melakukan latihan dan praktek, maka selanjutnya kita perlu mengembangkan diri agar presentasi kita bisa lebih baik dan menarik.
Dalam sebuah presentasi (apapun itu bentuknya), selalu memiliki 4 unsur:
Pembicara : adalah orang menyampaikan ide/gagasan dalam sebuah presentasi.
Materi : adalah ide/gagasan yang akan disampaikan, sehingga bisa tersalurkan kepada orang lain.
Audien : adalah target dari pembicara untuk menyampaikan ide/gagasan-nya.
Perlengkapan : adalah sarana penunjang yang dipakai oleh pembicara yang akan menyampaikan ide/gagasan agar bisa tersampaikan kepada audien. Sarana penunjang bisa berupa ruangan, penerangan, lcd proyektor, sound sistem dan sebagainya.
Peserta seminar yang saya adakan bersama Tim.
Pembicara atau Presenter adalah orang yang paling berperan selama berjalannya presentasi, karena dialah yang menyajikan informasi, ide atau gagasan. Untuk itu jika kita ditunjuk sebagai pembicara (dalam acara apa saja) ada 4 hal yang harus dipersiapkan agar selama presentasi bisa berjalan dengan lancar:
1. Menguasai Materi.
Seorang pembicara yang tidak menguasai materi, bisa terlihat dari caranya menyampaikan presentasi. Dia akan lebih banyak melihat catatannya, entah itu catatan di kertas, laptop atau yang terpampang di layar proyektor. Jika ini yang kita lakukan, maka sama halnya kita mendikte audien. Pernahkah kita menjumpai pada saat sekolah atau kuliah, seorang guru atau dosen selalu mengajar dengan membacakan buku yang dibawanya sementara kita mencatat? Bagaimana rasanya? Sangat menjemukan tentunya. Untuk itu gunakanlah catatan sebagai kunci agar step-step presentasi yang kita bawakan bisa sistematis, bukan hanya dibacakan. Oleh karena itu seorang pembicara mutlak hukumnya untuk menguasai materi.
2. Mengenali Audien.
Audien sering dianggap sebagai obyek pasif yang hanya menerima informasi dari pembicara. Karena itu banyak pembicara yang menyampaikan presentasi dengan asal-asalan dan sangat cepat, yang penting materi sudah tersampaikan dan tidak memakan banyak waktu. Cara ini biasanya dilakukan oleh pembicara pemula atau yang baru belajar berbicara di depan, karena mungkin saking nervouse-nya sehingga dia menyampaikan informasi seperti iklan koran "padat, singkat, terpercaya"... hehehe.
Memang untuk membuat audien memahami materi hanya dalam sekali pertemuan sangatlah sulit, namun respon yang ditunjukkan mereka selama berjalannya presentasi itulah yang menjadi tolak ukur sukses/tidaknya seorang pembicara dalam menyampaikan informasi. Untuk itu jika kita sebagai pembicara harus mengenali siapa audien yang menjadi target penyampaian informasi. Setelah itu baru kita bisa menentukan materi, susunan kata serta cara penyampaiannya. Pembicara yang bagus adalah orang yang mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang dimengerti oleh audiennya, seperti kata pepatah "Jangan bicara tentang warna kepada orang buta".
3. Mengetahui Peralatan Pendukung.
Jika dalam presentasi menggunakan sarana pendukung seperti sound sistem, lcd proyektor atau peralatan elektronik lainnya seyogyanya pembicara harus mengetahui cara penggunaannya. Hal ini untuk mencegah kesalahan yang terjadi akibat ketidak tahuan menggunakan peralatan, seperti mikrofon mendenging, slide yang seharusnya maju ke halaman depan justru malah balik ke halaman sebelumnya, dan sebagainya. Kesalahan seperti ini bisa berakibat konsentrasi baik pembicara maupun audien menjadi pecah, si pembicara menjadi panik dan respon audien akan menurun. Karena itu sangat disarankan bila kita menjadi pembicara, untuk mencoba semua peralatan yang digunakan sebelum acara presentasi berlangsung.
4. Menyiapkan Rencana Alternatif.
Terkadang selama presentasi, ada saja hal-hal yang terjadi yang bisa membuat jalannya presentasi terganggu. Misalnya mikrofon (wireless) tiba-tiba mati karena kehabisan baterai, laptop yang tiba-tiba hang, file presentasi yang rusak dan tidak bisa dibuka dan lain sebagainya. Jika kita tidak mempersiapkan rencana alternatif, maka bisa jadi presentasi akan terhenti. Dan tentunya ini tidak hanya membuyarkan konsentrasi tapi juga menurunkan penilaian audien terhadap pembicara dan panitia pelaksana.
Setelah kita mempersiapkan segala sesuatunya, maka saat ini waktunya untuk menyampaikan presentasi kepada audien. Agar presentasi yang kita bawakan bisa berjalan dengan baik dan menarik serta mendapatkan respon yang positif dari audien, maka kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
Penampilan.
Tidak peduli presentasi itu dibawakan oleh ketua RT kepada warganya, atasan kepada anak buahnya, guru kepada muridnya, seorang marketing kepada calon pelanggannya dan lain sebagainya... yang namanya penampilan harus dijaga.
Raut muka kita harus terlihat berseri, jangan terlihat kusam seperti orang dikejar hutang.
Baju yang kita kenakan harus rapi dan bersih, jangan acak-acakan seperti orang habis kalah judi.
Jika habis makan, periksalah mulut dan gigi siapa tahu ada yang masih nyangkut.
Pokoknya penampilan dari ujung rambut sampai ujung kaki harus benar-benar dijaga, karena penampilan adalah kesan pertama untuk menilai seseorang. Seperti moto sebuah iklan, "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda..."
Suara.
Dalam menyampaikan presentasi, suara yang kita keluarkan harus jelas. Tidak terlalu keras seperti orang sedang mengamuk atau terlalu pelan seperti orang lagi menggerutu. Pengucapan huruf vokal pun harus jelas antara A, I, U, E dan O, agar informasi yang kita sampaikan bisa ditangkap dengan jelas oleh audien. Intonasi suara juga perlu diperhatikan, jangan menyampaikan presentasi dengan suara yang datar. Seperti mendengarkan lagu, apakah enak didengar jika hanya menggunakan satu nada/not saja? Pasti akan banyak penonton yang segera pergi meninggalkan kita.
Ice Breaking.
Sebelum masuk ke materi presentasi, sebaiknya pembicara melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana. Ice breaking bisa dengan cara kita memperkenalkan diri, menanyakan kabar audien, cerita ringan atau mengungkapkan alasan mengapa kita memilih materi. Jika suasana antara pembicara dengan audien sudah cair, maka akan lebih mudah kita dalam menyampaikan informasi.
Body Language (Bahasa Tubuh).
Acara presentasi bisa disebut sebagai sarana "show" bagi pembicara yang disaksikan audien. Maka jangan pernah kita menyampaikan presentasi seperti patung atau seperti murid yang dihukum gurunya, hanya berdiri diam di satu tempat.
Kuasailah ruangan dengan bergerak kekiri, kekanan, atau bila perlu maju ke audien. Dengan kita bergerak maka pandangan audien juga akan bergerak tidak cuman melihat satu titik, itu bisa membuat audien tidak mengantuk.
Gerakkan tangan, mimik muka, bila perlu anggota tubuh untuk berekspresi, jangan suka menyimpan tangan kita ke dalam saku karena itu bisa membuat audien jenuh.
Bila kita menyampaikan presentasi sambil duduk berjejer di depan, jangan sampai kondisi itu membuat kita kaku. Tetap gunakan tangan dan mimi muka, bila perlu kita ambil mikrofon dari stand-nya agar gerak kita bisa lebih bebas.
Eye Catching (Tatapan Mata).
Menyampaikan presentasi sama halnya dengan kita berkomunikasi dengan audien. Arahkan pandangan kita ke depan menatap pandangan semua audien secara bergantian (jangan cuma menatap audien yang cakep saja). Dengan bertatap mata akan semakin membuat hubungan komunikasi lebih dekat, selain itu kita bisa mengetahui respon dari audien yang memperhatikan dengan yang tidak. Bagaimana jika kita belum berani menatap mata audien?... Kita bisa menatap dahi atau ujung rambut audien, yang penting jangan sering melihat ke bawah karena kita tidak sedang mencari uang yang jatuh.
Pemilihan kata.
Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh audien. Jangan karena supaya kelihatan jenius, kita menggunakan istilah-istilah yang justru membuat audien tidak mudeng (mengerti). Pakailah bahasa yang sopan, seperti menyebut audien dengan "bapak", "ibu", "adik" (jika audiennya pelajar) atau "anda", serta menyebut kita sendiri dengan "saya" atau langsung menyebut "nama kita". Jangan sok kayak artis yang suka menyebut dengan kamu, aku, loe, gue... karena itu mengesankan kita sombong dan meremehkan. Jika menggunakan bahasa daerah, maka pergunakan bahasa paling halus di daerah itu.
Sisipkan Joke (Humor).
Suasana yang riang dan gembira akan terkesan lebih santai, dan itu membuat materi yang disampaikan bisa dengan mudah untuk diserap. Asal jangan bercanda terus dari awal sampai akhir, nanti malah dikira kita pelawak yang alih profesi jadi pembicara hehehehe...
Tambahkan Diskusi (Tanya jawab).
Bila waktu memungkinkan, berilah waktu untuk sesion diskusi atau tanya jawab. Hal ini akan lebih menunjukan kepedulian terhadap audien, serta membuat presentasi berjalan dengan komunikasi dua arah. Apabila waktu yang diberikan tidak mencukupi, maka sisihkan waktu setelah presentasi untuk audien bertanya lebih dalam. Semakin kita care maka audien pun semakin merasa nyaman, sehingga ketika kita memberikan presentasi lagi di lain waktu, mereka pasti akan lebih respek dengan kita.
Uraian diatas adalah bagaimana supaya kita bisa menyampaikan presentasi yang baik dan juga menarik. Jadi bagi yang sudah punya keberanian untuk berbicara di depan umum, mulailah melakukan pengembangan diri agar kita bisa menjadi penyampai informasi yang baik dan disukai. Kita tidak tahu di masa depan kita akan jadi apa, sehingga tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri sejak dini.
terimakasih:)
Seperti yang telah saya paparkan bahwasanya berbicara (presentasi) di depan umum bukanlah sebuah bakat, namun sebuah kemampuan bicara yang akan terus berkembang seiring dengan banyaknya latihan dan praktek. Namun apakah orang yang sudah tampil di depan dan banyak melakukan latihan dan praktek berbicara di depan, akan mampu meyuguhkan sebuah presentasi yang baik dan menarik? Jawabannya... belum tentu.
Sebelumnya mohon maaf bila ada yang tersungging... Mungkin pada saat kuliah/sekolah, kita pernah mendengarkan seorang guru atau dosen yang menyampaikan mata pelajaran, justru membuat siswanya mengantuk atau merasa booring. Padahal seorang guru atau dosen, pekerjaan setiap harinya adalah mengajar. Atau kita pernah mengikuti sebuah seminar yang ternyata kita bukannya memperhatikan pembicaranya, tetapi lebih banyak memandang layar karena begitu banyaknya slide yang ditampilkan. Bahkan lebih parah lagi kita tidak memperhatikan pembicara dan slide yang ditampilkan, tapi malah sibuk sms-an atau main handphone dan berharap acara segera berakhir.
Sehingga... setelah kita mulai berani untuk tampil berbicara di depan lebih dari satu orang dengan banyak melakukan latihan dan praktek, maka selanjutnya kita perlu mengembangkan diri agar presentasi kita bisa lebih baik dan menarik.
Dalam sebuah presentasi (apapun itu bentuknya), selalu memiliki 4 unsur:
Pembicara : adalah orang menyampaikan ide/gagasan dalam sebuah presentasi.
Materi : adalah ide/gagasan yang akan disampaikan, sehingga bisa tersalurkan kepada orang lain.
Audien : adalah target dari pembicara untuk menyampaikan ide/gagasan-nya.
Perlengkapan : adalah sarana penunjang yang dipakai oleh pembicara yang akan menyampaikan ide/gagasan agar bisa tersampaikan kepada audien. Sarana penunjang bisa berupa ruangan, penerangan, lcd proyektor, sound sistem dan sebagainya.
Peserta seminar yang saya adakan bersama Tim.
Pembicara atau Presenter adalah orang yang paling berperan selama berjalannya presentasi, karena dialah yang menyajikan informasi, ide atau gagasan. Untuk itu jika kita ditunjuk sebagai pembicara (dalam acara apa saja) ada 4 hal yang harus dipersiapkan agar selama presentasi bisa berjalan dengan lancar:
1. Menguasai Materi.
Seorang pembicara yang tidak menguasai materi, bisa terlihat dari caranya menyampaikan presentasi. Dia akan lebih banyak melihat catatannya, entah itu catatan di kertas, laptop atau yang terpampang di layar proyektor. Jika ini yang kita lakukan, maka sama halnya kita mendikte audien. Pernahkah kita menjumpai pada saat sekolah atau kuliah, seorang guru atau dosen selalu mengajar dengan membacakan buku yang dibawanya sementara kita mencatat? Bagaimana rasanya? Sangat menjemukan tentunya. Untuk itu gunakanlah catatan sebagai kunci agar step-step presentasi yang kita bawakan bisa sistematis, bukan hanya dibacakan. Oleh karena itu seorang pembicara mutlak hukumnya untuk menguasai materi.
2. Mengenali Audien.
Audien sering dianggap sebagai obyek pasif yang hanya menerima informasi dari pembicara. Karena itu banyak pembicara yang menyampaikan presentasi dengan asal-asalan dan sangat cepat, yang penting materi sudah tersampaikan dan tidak memakan banyak waktu. Cara ini biasanya dilakukan oleh pembicara pemula atau yang baru belajar berbicara di depan, karena mungkin saking nervouse-nya sehingga dia menyampaikan informasi seperti iklan koran "padat, singkat, terpercaya"... hehehe.
Memang untuk membuat audien memahami materi hanya dalam sekali pertemuan sangatlah sulit, namun respon yang ditunjukkan mereka selama berjalannya presentasi itulah yang menjadi tolak ukur sukses/tidaknya seorang pembicara dalam menyampaikan informasi. Untuk itu jika kita sebagai pembicara harus mengenali siapa audien yang menjadi target penyampaian informasi. Setelah itu baru kita bisa menentukan materi, susunan kata serta cara penyampaiannya. Pembicara yang bagus adalah orang yang mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang dimengerti oleh audiennya, seperti kata pepatah "Jangan bicara tentang warna kepada orang buta".
3. Mengetahui Peralatan Pendukung.
Jika dalam presentasi menggunakan sarana pendukung seperti sound sistem, lcd proyektor atau peralatan elektronik lainnya seyogyanya pembicara harus mengetahui cara penggunaannya. Hal ini untuk mencegah kesalahan yang terjadi akibat ketidak tahuan menggunakan peralatan, seperti mikrofon mendenging, slide yang seharusnya maju ke halaman depan justru malah balik ke halaman sebelumnya, dan sebagainya. Kesalahan seperti ini bisa berakibat konsentrasi baik pembicara maupun audien menjadi pecah, si pembicara menjadi panik dan respon audien akan menurun. Karena itu sangat disarankan bila kita menjadi pembicara, untuk mencoba semua peralatan yang digunakan sebelum acara presentasi berlangsung.
4. Menyiapkan Rencana Alternatif.
Terkadang selama presentasi, ada saja hal-hal yang terjadi yang bisa membuat jalannya presentasi terganggu. Misalnya mikrofon (wireless) tiba-tiba mati karena kehabisan baterai, laptop yang tiba-tiba hang, file presentasi yang rusak dan tidak bisa dibuka dan lain sebagainya. Jika kita tidak mempersiapkan rencana alternatif, maka bisa jadi presentasi akan terhenti. Dan tentunya ini tidak hanya membuyarkan konsentrasi tapi juga menurunkan penilaian audien terhadap pembicara dan panitia pelaksana.
Setelah kita mempersiapkan segala sesuatunya, maka saat ini waktunya untuk menyampaikan presentasi kepada audien. Agar presentasi yang kita bawakan bisa berjalan dengan baik dan menarik serta mendapatkan respon yang positif dari audien, maka kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
Penampilan.
Tidak peduli presentasi itu dibawakan oleh ketua RT kepada warganya, atasan kepada anak buahnya, guru kepada muridnya, seorang marketing kepada calon pelanggannya dan lain sebagainya... yang namanya penampilan harus dijaga.
Raut muka kita harus terlihat berseri, jangan terlihat kusam seperti orang dikejar hutang.
Baju yang kita kenakan harus rapi dan bersih, jangan acak-acakan seperti orang habis kalah judi.
Jika habis makan, periksalah mulut dan gigi siapa tahu ada yang masih nyangkut.
Pokoknya penampilan dari ujung rambut sampai ujung kaki harus benar-benar dijaga, karena penampilan adalah kesan pertama untuk menilai seseorang. Seperti moto sebuah iklan, "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda..."
Suara.
Dalam menyampaikan presentasi, suara yang kita keluarkan harus jelas. Tidak terlalu keras seperti orang sedang mengamuk atau terlalu pelan seperti orang lagi menggerutu. Pengucapan huruf vokal pun harus jelas antara A, I, U, E dan O, agar informasi yang kita sampaikan bisa ditangkap dengan jelas oleh audien. Intonasi suara juga perlu diperhatikan, jangan menyampaikan presentasi dengan suara yang datar. Seperti mendengarkan lagu, apakah enak didengar jika hanya menggunakan satu nada/not saja? Pasti akan banyak penonton yang segera pergi meninggalkan kita.
Ice Breaking.
Sebelum masuk ke materi presentasi, sebaiknya pembicara melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana. Ice breaking bisa dengan cara kita memperkenalkan diri, menanyakan kabar audien, cerita ringan atau mengungkapkan alasan mengapa kita memilih materi. Jika suasana antara pembicara dengan audien sudah cair, maka akan lebih mudah kita dalam menyampaikan informasi.
Body Language (Bahasa Tubuh).
Acara presentasi bisa disebut sebagai sarana "show" bagi pembicara yang disaksikan audien. Maka jangan pernah kita menyampaikan presentasi seperti patung atau seperti murid yang dihukum gurunya, hanya berdiri diam di satu tempat.
Kuasailah ruangan dengan bergerak kekiri, kekanan, atau bila perlu maju ke audien. Dengan kita bergerak maka pandangan audien juga akan bergerak tidak cuman melihat satu titik, itu bisa membuat audien tidak mengantuk.
Gerakkan tangan, mimik muka, bila perlu anggota tubuh untuk berekspresi, jangan suka menyimpan tangan kita ke dalam saku karena itu bisa membuat audien jenuh.
Bila kita menyampaikan presentasi sambil duduk berjejer di depan, jangan sampai kondisi itu membuat kita kaku. Tetap gunakan tangan dan mimi muka, bila perlu kita ambil mikrofon dari stand-nya agar gerak kita bisa lebih bebas.
Eye Catching (Tatapan Mata).
Menyampaikan presentasi sama halnya dengan kita berkomunikasi dengan audien. Arahkan pandangan kita ke depan menatap pandangan semua audien secara bergantian (jangan cuma menatap audien yang cakep saja). Dengan bertatap mata akan semakin membuat hubungan komunikasi lebih dekat, selain itu kita bisa mengetahui respon dari audien yang memperhatikan dengan yang tidak. Bagaimana jika kita belum berani menatap mata audien?... Kita bisa menatap dahi atau ujung rambut audien, yang penting jangan sering melihat ke bawah karena kita tidak sedang mencari uang yang jatuh.
Pemilihan kata.
Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh audien. Jangan karena supaya kelihatan jenius, kita menggunakan istilah-istilah yang justru membuat audien tidak mudeng (mengerti). Pakailah bahasa yang sopan, seperti menyebut audien dengan "bapak", "ibu", "adik" (jika audiennya pelajar) atau "anda", serta menyebut kita sendiri dengan "saya" atau langsung menyebut "nama kita". Jangan sok kayak artis yang suka menyebut dengan kamu, aku, loe, gue... karena itu mengesankan kita sombong dan meremehkan. Jika menggunakan bahasa daerah, maka pergunakan bahasa paling halus di daerah itu.
Sisipkan Joke (Humor).
Suasana yang riang dan gembira akan terkesan lebih santai, dan itu membuat materi yang disampaikan bisa dengan mudah untuk diserap. Asal jangan bercanda terus dari awal sampai akhir, nanti malah dikira kita pelawak yang alih profesi jadi pembicara hehehehe...
Tambahkan Diskusi (Tanya jawab).
Bila waktu memungkinkan, berilah waktu untuk sesion diskusi atau tanya jawab. Hal ini akan lebih menunjukan kepedulian terhadap audien, serta membuat presentasi berjalan dengan komunikasi dua arah. Apabila waktu yang diberikan tidak mencukupi, maka sisihkan waktu setelah presentasi untuk audien bertanya lebih dalam. Semakin kita care maka audien pun semakin merasa nyaman, sehingga ketika kita memberikan presentasi lagi di lain waktu, mereka pasti akan lebih respek dengan kita.
Uraian diatas adalah bagaimana supaya kita bisa menyampaikan presentasi yang baik dan juga menarik. Jadi bagi yang sudah punya keberanian untuk berbicara di depan umum, mulailah melakukan pengembangan diri agar kita bisa menjadi penyampai informasi yang baik dan disukai. Kita tidak tahu di masa depan kita akan jadi apa, sehingga tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri sejak dini.
terimakasih:)
tutorial hijab tanpa ninja
Dengan menggunakan contoh kerudung yang modern dan terbaru, maka dapat memberikan kesan modern serta rasa percaya diri terhadap balutan busana hijab lebara yang anda kenakan. Model hijab trendy untuk lebaran sendiri juga sangatlah beragam. Mulai dari model yang sederhana, simpel, casual, mewah dan lain-lain. Tergantung minat anda sendiri untuk menentukannya. Karena aneka busana hijab modern trendy untuk lebaran ini telah didesain dengan kualitas yang kian bagus.
Tutorial Hijab Modern Tanpa Ninja Terbaru 2016
Tutorial Hijab Modern Tanpa Ninja Terbaru 2016
tutorial hijab phasmina
Jilbab pashmina
Jilbab pashmina juga tidak kalah menarik, pasalnya banyak kreasi yang diciptakan oleh para hijaber untuk membuat model yang cocok unuk anak muda sehingga bisa tampil modern daN keren tentunya.
brikut cara memakai jilbab phasmina yang simple dan keren pastinya:
Jilbab pashmina juga tidak kalah menarik, pasalnya banyak kreasi yang diciptakan oleh para hijaber untuk membuat model yang cocok unuk anak muda sehingga bisa tampil modern daN keren tentunya.
brikut cara memakai jilbab phasmina yang simple dan keren pastinya:
TUTORIAL HIJAB SEGI EMPAT
Banyak model jilbab menarik yang bisa membuat penampilan mahasiswi menjadi lebih keren dan menutup aurat. Selain model hijab, corak dan warna dari sebuah kain hijab kini kian modern dan mengikuti zaman sehingga cocok sekali untuk digunakan oleh anak kuliahan. Namun untuk memakai hijab yang modern dan sering di pakai oleh anak kampus tidaklah mudah pasalnya anda harus mengerti step by stepnya agar model yang anda inginkan bisa rapi dan menarik ketika di pandang. Untuk mengetahui cara memakai jilbab sangat mudah karena saat ini sudah banyak di internet yang membagikan tutorialnya sehingga anda bisa mempelajarainya.
Cara Memakai Jilbab Untuk Kuliah Yang Modern
Bagi mahasiswi yang masih belajar berhijab dan ingin menggunakan hijab yang modern anda bisa mempelajari cara memakai jilbab untuk kuliah di dalam artikel ini. Dimana pada artikel ini kami akan memandu anda dalam untuk memakai hijab berupa gambar tutorial yang menjelaskan langkah demi langkahnya sehingga anda lebih mudah memahaminya. Jenis jilbab yang bisa di pakai untuk tampil modern ala anak kuliah ada banyak jenisnya namun kali ini kami akan membaginya menjadi dua jenis yaitu jilbab segi empat dan juga jilbab pashmina. Nah berikut adalah tutorialnya :
Jilbab segi empat
Jilbab segi empat memiliki bentuk persegi dimana banyak kreasi keren yang bisa anda lakukan untuk melengkapi busana anda. Banyak model modern yang dikreasikan menggunakan hijab segi empat sehingga ini pas buat kamu yang ingin tampil modis menggunakan hijab saat kuliah
LEGENDA TIMUN MAS
Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.
Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.
“Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.
Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.
Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.
Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.
Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.
Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.
Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.
Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.
Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.
Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.
Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.
Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.
LEGENDA BATU MENANGIS
Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.
Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.
"Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia...."
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.
" Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".
Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa. AMIN:)
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.
Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.
"Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia...."
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.
" Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".
Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa. AMIN:)
Langganan:
Postingan (Atom)









